Alangkah Lucnya (Negeri Ini)

Film Indonesia belum mati, walaupun banyak keluar film-film ngesot, komedi porno dan angket-angketnya, Kita masih bisa kok nemuin beberapa film yang berkualitas. Semoga ke depan genre film Indonesia gak jalan ditempat, lebih berkembang, yang action lah, sci-fi mungkin, dll. Tapi, secara aku hanya bisa nonton, gak etis kalo nyalahin orang. Nyatanya bikin film emang gak gampang.

udah lama se liatnya, tapi pingin posting aja tentang film Indonesia. layaknya film-film Deddy Mizwar yang lain, film ini lucu, sarat makna, menggugah!

Alangkah Lucunya Negeri Ini (How Funny This Country Is)
Directed by: Deddy Mizwar
Written by: Musfar Yasin


"copet goblok! tau gak disini? disini ada uang dua puluh satu juta dua ratus ribu. sebelum bang muluk kesini loe gak pernah punya duit sebanyak itu kan? gak pernah kan hah? Bang Muluk kesini cuma mau ngajarin loe jadi pengasong! tapi loe semua maunya jadi copet! jadi copet!
copet itu paling top masa depannya itu di penjara tahu! di 'Dor', mampus, tua, dan tetep miskin! Tahu loe! kalo koruptor.. korupsi duitnya banyak tetep, keluar dari penjara duitnya tetep banyak, kenapa? karena mereka sekolah. Loe pada gak sekolah, cuma copet, gak punya harapan!"- Jarot


Muluk (Reza Rahadian), sarjana manajemen, lagi muter-muter nyari kerjaan. Smpe ternak cacing juga. Kemudian ketemulah dia sama Komet (Angga), lagi nyopet. Disinilah awal dari pekerjaannya yang kontroversial.


"Tanya Haji Rahmat, Cacing Halal atau Haram." - Pak Makbul



Ia mulai mendatangi markas anak-anak yang doyan nyopet tersebut, ketemu sama si bosnya, Jarot (Tio Pakusodewo), ngajak kerjasama. Ia menawarkan untuk mengelola uang 10% dari hasil mencopet mereka. rencananya ia ingin mrubah kebiasaan buruk mereka, dari mencopet ke pekerjaan yang lebih halal, NGASONG.


Tidak hanya itu, ia juga ingin mengajak anak-anak itu mengemban pendidikan. Dibantu dengan Samsul dan Pipit, anak-anak itu diajari agama, budi pekerti, dan kewarganegaraan. Tapi tahulah, ngajak buat belajar itu susahnya setengah mati!! Tapi untunglah mereka banyak akal dan dengan bantuan Jarot juga, anak-anak itu akhirnya mau belajar.


"Itulah hasil pendidikan, Sul. Kalo loe gak berpendidikan, loe gak bakal tahu bahwa pendidikan itu gak penting. Makanya pendidikan itu penting"- Muluk




Pak Makbul: "bikin apa?"
Muluk: "proyek pak"
Pak Makbul: "proyek apa?"
Muluk: "proyek pengentasan kemiskinan"
Pak Makbul: "eh, kamu udah dapet kerja? trus, jabatan kamu apa?"
Muluk: "saya di.. pengembangan sumber daya manusia"


Usaha Muluk kian sukses. Uang sudah terkumpul banyak, kemudian ia jadikan itu sebagai modal anak-anak untuk jadi pedagang asongan. Ya pastilah susah ngajak anak-anak yang biasa nyopet jadi ngasong. Tapi akhirnya ada juga yang sadar dan pingin ngasong. tapi gak segampang itu, ada banyak gangguan, mulai dari diganggu sama anak-anak yang masih tetep nyopet dan Satpol PP.

Muluk: Ayo tangkap saya! saya yang suruh mereka ngasong tangkap saya!
Satpol PP 1: hehehe ada apa ini ada apa ini?!
Muluk: mereka hanya mencari rejeki yang halal dan hanya itu yang mereka bisa!
Satpol PP 2: ini aturan, gak boleh mengemis dan mengasong, ganggu lalu lintas tau?
Muluk: kalian terganggu dengan pengemis dan pengasong, tapi gak terganggu dengan ulah para koruptor yang memiskinkan kalian!
Satpol PP 3: kan koruptor gak gaggu lalu lintas
Muluk: seharusnya kalian tangkap koruptor yang memiskinkan negeri ini yang memiskinkan kalian
Satpol PP 3:bukan tugas kita
Muluk: memang bukan tugas kalian, tapi paling tidak punya rasa belas kasihan mereka hanya mencari rezeki yang halal
birain mereka yang miskin mencari rezeki yang halal
Satpol PP 1: aduh.. pusing gua



 Usaha diam-diam Muluk dan Pipit akhirnya terungkap orang tua mereka. Keluarga yang tingkat religius tinggi kaget, bagaimana tidak? selama ini uang yang dibuat makan adalah uang dari hasil copet.merekapun bimbang, tak ingin durhaka dengan orang tuanya yang tak ingin makan dari uang haram.tak ada pilihan, mereka hanya bisa berharap anak-anak itu sadar dan tidak mencopet lagi.

Samsul: "dengan ara mencari rejeki yang halal, gak ada alasan polisi ngejar-ngejar loe"
Pipit: "gak ada alesan malaikat masukin loe ke neraka. Met, loe masih inget caranya solat, kan?"
Komet: [Mengangguk]
Samsul: "Met, loe masih hapal,kan? Pancasila yang gue ajarin?"




"MULUK!! Yang paling besar dosanya mereka yang korupsi! mereka yang ngabisin duit rakyat! Yang biarin rakyatnya melarat! yang biarin rakyatnya jadi tukang copet! MULUK! Loe tega nglihat gue jadi bangkai lagi, loe tega liat orang-orang ngehina gue lagi. Samsul, Sarjana Pendidikan, tapi pengangguran!! Yang tiap hari kerjaannya maen gaplek, gangguin orang.. MULUUK!!"

Ending film ini tokcer pol-polan. dengan backsound lagu Tanah Airku trus paling akhir keluar tulisan:


 Fakir miskin dan anak anak yang terlantar dipelihara oleh negara

Pasal 34 ayat (I) UUD 1945


bikin nangis. Menyentuh. daripada diceritain, mending liat sendiri aja biar lebih mengena.


Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai

Ibu Sud



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Stay-The Most Confusing Movie I've Ever Seen

Charlie Bartlett

Playful Kiss/Naughty Kiss (Korean Drama)