Senin, 31 Januari 2011

Romeo+Juliet : Prodigious birth of love



"A glooming peace this morning with it brings. The sun for sorrow will not show his head. Go hence and have more talk of these sad things. Some shall be pardoned, and some punished. For never was a story of more woe than this of Juliet and her Romeo."
Ketenangan yang sendu di pagi ini. Matahari tak bersinar karena dukanya. Silahkan bahas kejadian menyedihkan ini. Sebagian diampuni, sebagian dihukum. Karena tidak ada kisah setragis kisah Juliet dan Romeo-nya ini.


Awalnya aku tertarik sama cerita-cerita klasik waktu aku baca Twilight Saga. Si Bella itu suka banget sama cerita-ceita jaman dulu. Salah satunya Romeo and Juliet. Siapa gak  pernah denger Romeo and Juliet? Hampir semuanya pasti pernah denger tapi mungkin kebanyakan belum pernah tahu ceritanya secara keseluruhan. Dan setelah liat film ini, ternyata ada sedikit persamaan antara Romeo Juliet dengan Edward Bella :)



Dua rumah tangga yang sama-sama terpandang di fair Verona memiliki dendam lama yg bangkitkan pemberontakan baru dan pertumpahan darah. Dua kekasih yang saling menyeberang, bunuh diri.  Petualangan malang mereka membuat orang tua mereka berkabung. Mereka mati karena cinta. Dendam antar kedua keluarga tetap berkobar. Kematian mereka tak bisa menghapusnya.


"My only love sprung from my only hate! Too early seen unknown, and known too late! Prodigious birth of love it is to me that I must love a loathed enemy" - Juliet
Satu-satunya cintaku muncul dari satu-satunya kebencianku. Awalnya asing namun terlambat sudah. Cintaku pada musuh terbesarku.



Romeo dari keluarga Montague, patah hati karena cintanya yang tak berbalas oleh seorang biarawati. Dihiburlah romeo dengan sepupu dan teman-temannya. Mereka diam-diam pergi ke sebuah pesta yang diadakan oleh keluarga musuh bebuyutan mereka, Keluarga Capulet. Dan disanalah Romeo bertemu Juliet. Dan mereka saling mencintai sebelum mereka mengetahui bahwa mereka berasal dari dua keluarga yang tak mungkin bersatu.


Romeo: “Is she Capulet?”
Nurse: "His name is Romeo, and a Montague, The only son of your great enemy."


Namun, cinta kedua remaja ini begitu berkobar. Sedangkan Juliet telah dijodohkan oleh ayahnya dengan seorang pemuda tersohor dengan ketampanannya di Fair Verona, Dave Prince. Kemudian, mereka berdua memutuskan untuk menikah secara diam-diam.


Setelah mereka menikah, dengan segala kemarahannya, kakak Juliet, Tybalt,  datang mencari  Romeo. Romeo berusaha untuk berdamai. Tetapi yang terjadi malah semakin buruk. Sahabat romeo, Mercutio terbunuh oleh Tybalt. Dan berkobarlah amarah romeo dan akhirnya ia membunuh Tybalt.

Keadaan semankin sengit. Romeo menjadi buron. Dan Juliet akan dinikahkan dengan Prince.Kemudian datanglah bantuan dari Bapa Laurence. Ia dan Juliet menyusun rencana sebelum pernikahan Juliet diselenggarakan. Juliet meminum ramuan yang dapat membuatnya terlihat telah meninggal di malam pernikahan. Rencananya, setelah prosesi pemakamannya, setelah tertidur selama 24 jam. Ia akan terbangun dan hidup bersama Romeo tanpa diketahui orang lain. Kemudian Bapa Laurence membeitahu rencana ini kepada Romeo melalui suratnnya. Namun, surat itu tak pernah sampai ke tangan Romeo..


Mendengar kematian Juliet, Romeo mnjadi gusar. Sesegera mungkin ia pergi ke persemaian Juliet. Sesampainya disana, ia melihat Juliet terpejam tak berdaya, dan diminumlah racun mematikan oleh Romeo tepat saat Juliet terbangun…


"Romeo, what's here? Poison? Drunk all, and left no friendly drop to help me after?"- Juliet


Film ini sudah lama banget, waktu jamannya si Leornardo DiCaprio masih muda dan masih ganteng-gantengnya. Film ini digambarkan dengan kehidupan lebih modern, tapi dialognya tetep sama, jadi kalo kita liatnya jaman-jaman sekarang ini ya.. kalo gak bias nangkep sisi bagusnya keliatan radak aneh. Terus ada sedikit adegan antara settingnya yang lebih modern sama dialognya yang super puitis radak gak match. Berharap ada versi yang lebih bagus untuk sebuah mahakarya dari Shakespeare. Yang jelas,  aku cuma bisa bilang, Well done William Shakespeare! Karyanya bagus, kata-katanya puitis, dalem, menyentuh. Kalau masalah filmnya yang versi ini, silahkan dinilai sendiri…

Romeo take me somewhere we can be alone
I'll be waiting all there's left to do is run
You'll be the prince and I'll be the princess
It's a love story baby just say yes

Romeo save me, they try to tell me how to feel
This love is difficult, but it's real
Don't be afraid, we'll make it out of this mess
It's a love story baby just say yes
Love Story - Taylor Swift

Minggu, 02 Januari 2011

The Girl Who Leapt Throuh Time (Toki o Kakeru Shojo)



One summer’s beautiful and wondrous story. A stranger’s love will look forward and while her own love looks back.

Film dengan judul asli “Toki o Kakeru Shojo” ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karangan Yasutaka Tsutsui yang diterbitkan pada tahun 1967. Namun, film ini tidak mengadaptasi mentah-mentah dari novel tersebut, namun lebih seperti sekuel dari novel tersebut, karena tokoh utama dalam film ini, Makoto Konno, merupakan keponakan dari karakter utama novel tersebut (yang juga bisa time-leapt). Selain diangkat ke dalam versi anime movie, novel ini juga pernah diadaptasi ke dalam beberapa versi (beberapa film, dorama, dan juga manga), dan yang terakhir, di tahun 2010 ini baru saja keluar adaptasi terbarunya yang berbentuk film live action, dengan memasang Riisa Naka yang merupakan pengisi suara tokoh utama versi anime-nya, sebagai pemeran utama. (http://bicarafilm.com/baca/2010/09/15/the-girl-who-leapt-through-time-japan-2006.html)


Makoto Konno seorang gadis tomboy pemalas secara tiba-tiba mendapatkan kekuatan untuk mengembalikan waktu (time-leapt). Awalnya, ia tidak mengetahuinya, hingga suatu hari, ketika ia mengalami kecelakan dan seharusnya meninggal karena itu, secara tidak sadar ia mengembalikan waktu.


"If today... If today were a normal day, there wouldn't have been any problems. But... I'd forgotten that today was an extremely unlucky day. It's crazy... but I'm going to die. This is it. If I had known, I would have gotten up earlier. I wouldn't have slept in. Wouldn't have been late. Done a better job on my tempura. Avoid being knocked over by stupid boys. And today was supposed to be NICE day..." - Makoto Konno

Awalnya ia menggunakan kekuatannya dengan sembarangan. Ia menggunakannya untuk menghindari kesialan-kesialan yang ia hadapi. Termasuk saat sahabatnya, Chiaki Mamiya, mengutarakan perasaan kepadanya.

 Chiaki, Makoto, Kousuke

Takase: Stupid!
Chiaki Mamiya:  What a rude guy. Calling others stupid?
Makoto Konno: You Call me stupid all the time.
Chiaki Mamiya: In my case, it's term of endearment.

Namun suatu hari, ia melihat sebuah tato angka di atas sikunya yang ternyata semakin lama semakin mengecil nilainya. Kemudian ia memutuskan untuk menggunakannya untuk membantu teman-temannya. Hingga akhirnya, nomor itu menunjukkan angka 01.



Kazuko Yoshiyama: I first fell in love in high school. We became really close as soon as we met. It was like we'd known each other since childhood. But it was over before we became adults.  
Makoto Konno: Why?
Kazuko Yoshiyama
: The timing was probably bad.
Makoto Konno
: What is he doing now?
Kazuko Yoshiyama
: I wonder. He said he would definitely return one day. Though I didn't plan on waiting for him. And so much time has passed. It didn't last long. A blink of an eye. But, Makoto... you're not like me, right? If someone were late to meet you... wouldn't you run out to meet him?


Suatu hari ia kembali memutar waktu di hari sebelum ia mengalami kecelakan sepeda. Dengan niat untuk men’comblang’kan sahabatnya, Kousuke Tsuda, dengan seorang gadis pendiam. Namun saat pulang sekolah, mereka meminjam sepeda Makoto. Mengingat kesempatannya untuk melompati waktu hanya tinggal satu, ia pun memtuskan tidak menggunakannya dan berlari ke tempat ia mengalami kecelakaan sebelum kecelakaan menimpa mereka.


"Makoto! Time waits for no one..." 

Saat sampai di tempat kejadian, ia melihat di sekeliling, bertanya kepada orang-orang, dan dengan hati lega, ternyata tidak ada kecelakaan apapun. Kemudian teleponnya bordering. Telepon dari Chiaki. Saat mereka mengobrol, tiba-tiba Chiaki menanyakan sesuatu yang tak terduga, ia bertanya apakah Makoto bisa melompati waktu. Makoto-pun bingung dan panik, kemudian secara spontan ia menggunakan sisa kekuatannya untuk menghindari percakapan dengan Chiaki itu. Dan saat itu, ia berpapasan dengan  Kousuke dan gadis yang ia bonceng. Terkejut, menyesal  telah menggunakan kesempatannya yang terakhir untuk hal yang bodoh. Kecelakaan itu memang tidak dialami Makoto, melainkan dialami oleh mereka. 

Garnet -  Oku Hanako

Chiaki Mamiya: "I'll be waiting in the future."
Makoto Konno: "I'll be right there. I'll run there."


Aku suka banget film ini. Kisah seorang gadis dengan kedua sahabat lelakinya di masa SMA. Film ini ringan, lucu, menarik, dan menghibur. Tanpa harus kahwatir untuk melihat adegan-adegan dewasa. Satu-satunya film anime yang pernah aku liat sebelumnya cuma Detective Conan dan karena film ini aku mulai mau nyari-nyari film anime lain.

Maybe

Maybe the problem is we are the exact same person we both are too afraid A friend say, God is protecting me from a deep broken heart or...